Kajian Perbandingan Pentafsiran Surah Al-Takasur Antara Al-Maraghi dan Sayyid Qutb Serta Relevansi Nilai-Nilai Kehidupan di Masa Kini

  • Mahrus Ali Faiz
  • Muhammad Misbah
  • Muhammad Masruri PPUK, UTHM
Keywords: Komparasi, al-Takasur, al-Marāghi, Sayyid Quṭb

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis mencoba membandingkan penafsiran kedua tokoh tersebut. Keduanya muncul  pada masa yang sama tetapi mempunyai latar belakang dan kondisi sosio kultural yang berbeda. Keduanya lahir pada masa revolusi Mesir dimana pada masa itu Mesir mengalami penurunan dalam perekonomian dan stabilitas sosial yang disebabkan oleh pemimpin yang bermegah-megahan dan boros dalam melakukan pembelanjaan. Dalam studi komparatif ini, penulis mencoba mengkomparasikan pemikiran kedua tokoh dalam menafsirkan surat al-Ṭakaṡur 1-8. Surat tersebut berisi tentang peringatan Allah kepada manusia yang bermegah-megahan sesuai dengan kondisi Mesir pada masa munculnya kedua mufassir. Masalah yang dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah tentang Penafsiran QS. Al-Taka>s|ur menurut kedua mufassir tersebut dalam karya tafsirnya, persamaan dan perbedaan karakteristik hasil penafsiran QS. Al-Taka>s|ur  1-8 menurut Tafsi>r al-Mara>ghi karya Ahmad Must}afa Al-Mara<ghi>< dan tafsir F>i Z}ila>lil Qur’a>n karya Sayyid Qut}b serta nilai-nilai yang terkandung dalam QS. Al-Taka>s|ur  1-8 dalam kehidupan di masa kini. Metode yang digunakan penulis untuk menganalisa penelitian dalam skripsi ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan komparatif yang menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Adapun hasil dari penelitian ini sebagai berikut; persamaan di antara penafsiran kedua tokoh tersebut adalah sama-sama menggunakan metode tahli>li> (analisis) dan bercorak adabi ijtima’i dan berisi tentang himbauan kepada masyarakat agar beriman kepada Allah SWT dan menjauhi perbuatan yang tercela. Sedangkan perbedaannya Ahmad Mustofa al-Mara>ghi mencantumkan aspek-aspek seperti munasabah, asba>b al-nuzu>l, dan penafsiran kata-kata sulit untuk memahami surat al-Takasur dan berbeda halnya dengan Sayyid Qutb. Beliau menafsirkan surat al-Ṭakasur dengan menambahkan  muqaddimah surat terlebih dahulu, untuk memberikan gambaran umum tentang maksud dan tujuan dari surat al-Takasur dan  menggunakan metode penggambaran yaitu dengan memberikan muqabalah (perbandingan) gambaran orang yang dilalaikan oleh sikap bermegah-megahan. Adapun nilai-nilai dalam kandungan surah Al-Taka>s|ur ini dibagi menjadi tiga poin, yakni nilai akhlak, nilai sosiologis dan nilai akidah yang mana menurut hemat penulis dapat di petik dan aplikasikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari.

Published
22-11-2020
Section
Articles